Benytoo’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Mei
20

http://tbn0.google.com/images?q=tbn:7WDZzyo5ZRt6jM:http://twijaya.files.wordpress.com/2007/12/film_ayat-ayat-cinta.jpg

Mei
20

Sebenarnya kuingin disini
Bersamamu
Mendampingimu
Melewati apapun yg ada
Songsong kebahgian itu

Namun…
Maafkan jika ku tak bisa
Untuk selalu bersamamu
Semu demi orang-orang yg menyayangiku
Semua untuk orang-orang yg mencintaiku
Yang tak mungkin kusakiti

Maafkan aku….
AKu tak bisa lagi menemani
Aku berdiri diantara orang-orang yg kukasihi
Dan tidaklah mudah untukku
Tuk meninggalkan mereka

KAsih…
Jika boleh jujur
Aku sangat menyayangi dan mencintaimu
Namun jika dipaksakan tuk berlanjut
Semua hanya kan menyakiti kita semua

Maafkan aku
Aku pergi demi kebaikan kita semua

Mei
20

Untaian katamu ternyata palsu
Janji indah telah kau ingkari untuk terus menjadi sahabatku

Tahukah kau sobat???
Bahwa segala luka yang menyobek hatimu
Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku
Bahwa darah yang menetes dari luka itu
Seiring air mata yang mengalir di pipiku

Sadarkah kau sobat???
Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu
Adalah mmpi terburuk yang membebaniku
Bahwa sikap dinginmu untukku
Adalah pedang yang terus menghujam dadaku

Dulu secercah tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini semua tlah berubah
Dan bukan lagi kebahagiaan
yang mampu kau berikan padaku

Karena seseorang
Kau khianati persahbatan kta
dan kau cemari ikatan kita
Kau dengan mudah melepas jemariku
Padahal kau melihat aku
Rapuh tanpa kau di sampingku

Aku ingin kau jadi sahabat seumur hidupku
Tapi sebuah sungutan yg selalu ku dapat
Bila ku salah…
Sebuah nasehat yang selalu membimbingku
Kemana aku harus mencari semua itu lgi???

Kau meninggalkan ku dengan alasan yang mengada-ada
Kau menarik dirimu
Di saat aku masih bertahan menyelamatkan semua
Kini apa yang bisa ku raih lagi???
Hanya tatapan dingin
Kebungkaman,kata-kata kasar dan pengkhianatan

Mei
20

seperti melihat matahari pagi
hati ini gembira saat melihat mu
senyumun yang begitu polos
matamu yang mencerminkan dirimu sesunggunya
membuat aku tak kuasa menahan rasa suka pada dirimu

saat diri mu muncul di hadapan ku
kaki ini rasanya ingin melangkah mendekatin diri mu
mata ini rasanya tak ingin terpejam saat melihat mu
tangan ini rasanya ingin bergerak menggapai tangan mu

jika memagng masih ada ruang kosong di hatimu
izin kan aku untuk menempatin ruang kosong itu
jika tidak ada ruang kosong lagi di hatimu aku akan mundur berlahan”

nih bukan cuman sebuah kata” yang tercipta melaluin mulut
tapi kata” yang keluar dari lubuk hati ku yang paling dalam

ku akan menunggu jawaban dari dirimu

Mei
20

Uber Cup summaries

[edit] 1957 – 1981

Year Host Final
Winner Score Runner-up
1957
Details
Lancashire, England Flag of the United States
United States
6–1 Flag of Denmark
Denmark
1960
Details
Philadelphia, United States Flag of the United States
United States
5–2 Flag of Denmark
Denmark
1963
Details
Wilmington, United States Flag of the United States
United States
4–3 Flag of England
England
1966
Details
Wellington, New Zealand Flag of Japan
Japan
5–2 Flag of the United States
United States
1969 Tokyo, Japan Flag of Japan
Japan
6–1 Flag of Indonesia
Indonesia
1972 Tokyo, Japan Flag of Japan
Japan
6–1 Flag of Indonesia
Indonesia
1975 Jakarta, Indonesia Flag of Indonesia
Indonesia
5–2 Flag of Japan
Japan
1978 Auckland, New Zealand Flag of Japan
Japan
5–2 Flag of Indonesia
Indonesia
1981 Tokyo, Japan Flag of Japan
Japan
6–3 Flag of Indonesia
Indonesia

[edit] 1984 – 1988

Year Host Final Third Place
Winner Score Runner-up Third Place Score Fourth Place
1984
Details
Kuala Lumpur, Malaysia Flag of the People's Republic of China
China
5–0 Flag of England
England
Flag of South Korea
Korea
5–0 Flag of Denmark
Denmark
1986
Details
Jakarta, Indonesia Flag of the People's Republic of China
China
3–2 Flag of Indonesia
Indonesia
Flag of South Korea
Korea
3–2 Flag of Japan
Japan
1988
Details
Kuala Lumpur, Malaysia Flag of the People's Republic of China
China
5–0 Flag of South Korea
Korea
Flag of Indonesia
Indonesia
5–0 Flag of Japan
Japan

[edit] 1990 onwards

Year Host Final Semi-finalists
Winner Score Runner-up
1990
Details
Nagoya & Tokyo, Japan Flag of the People's Republic of China
China
3–2 Flag of South Korea
Korea
Flag of Indonesia
Indonesia
Flag of Japan
Japan
1992
Details
Kuala Lumpur, Malaysia Flag of the People's Republic of China
China
3–2 Flag of South Korea
Korea
Flag of Sweden
Sweden
Flag of Indonesia
Indonesia
1994
Details
Jakarta, Indonesia Flag of Indonesia
Indonesia
3–2 Flag of the People's Republic of China
China
Flag of Sweden
Sweden
Flag of South Korea
Korea
1996
Details
Hong Kong Flag of Indonesia
Indonesia
4–1 Flag of the People's Republic of China
China
Flag of South Korea
Korea
Flag of Denmark
Denmark
1998
Details
Hong Kong, China SAR Flag of the People's Republic of China
China
4–1 Flag of Indonesia
Indonesia
Flag of Denmark
Denmark
Flag of South Korea
Korea
2000
Details
Kuala Lumpur, Malaysia Flag of the People's Republic of China
China
3–0 Flag of Denmark
Denmark
Flag of South Korea
Korea
Flag of Indonesia
Indonesia
2002
Details
Guangzhou, China Flag of the People's Republic of China
China
3–1 Flag of South Korea
Korea
Flag of the Netherlands
Netherlands
Flag of Hong Kong
Hong Kong
2004
Details
Jakarta, Indonesia Flag of the People's Republic of China
China
3–1 Flag of South Korea
Korea
Flag of Japan
Japan
Flag of Denmark
Denmark
2006
Details
Sendai & Tokyo, Japan Flag of the People's Republic of China
China
3–0 Flag of the Netherlands
Netherlands
Flag of Germany
Germany
Flag of Chinese Taipei
Chinese Taipei
2008
Details
Jakarta, Indonesia Flag of the People's Republic of China
China
3–0 Flag of Indonesia
Indonesia
Flag of South Korea
Korea
Flag of Germany
Germany
Mei
20

The UBER CUP , sometimes called the World Team Championships for Women, is a major international badminton competition contested by women’s national badminton teams. It has been played every two years since 1984, amend from three years previuosly, after merging with the Thomas Cup, played in same period and venue.

The Uber Cup is named after an ex-British women’s badminton player, Betty Uber, who had the idea of hosting the women’s event similar to men in New Zealand back in 1950.[1] She also made the draw for the 1956-1957 inaugural tournament, which took place at Lytham St. Annes in Lancashire, England.[2]

The cup follows a similar format to that of the men’s competition of the Thomas Cup. In the twenty-one tournament held, China is the most successful, having lifted the trophy eleven times. Japan is second, having won it five times, followed by Indonesia and United States, each with three cups.

Mar
30

Meski Gusnul Yakin mulai pusing dengan proses seleksi tim, pemain luar kota tetap berdatangan ke Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro. Kemarin sore, ada tujuh pemain baru yang ingin mengadu nasib di Persibo.

Mereka adalah Khoirul Anam, mantan bek kanan Persebaya Surabaya; striker Wawan Haryadi asal Assyaabab, anggota klub Persebaya; gelandang Dhanu Rosadhie asal Persela Lamongan; dan mantan penjaga gawang Persibo yang musim lalu bermain di Gresik United Wawan Hariono. Kemudian wing back kiri Widodo L asal Persikaba Blora; penjaga gawang asal Solok Robby Kurniani; dan gelandang Emilio Prakoso asal Persepam Pamekasan.

Sementara itu, beberapa pemain yang minggu lalu mengikuti seleksi, kemarin sudah tidak menampakkan diri. Mereka di antaranya mantan stopper Persib Bandung Sandy Pribadi, gelandang Persis Solo Bagus Tri Widiatmoko, dan mantan penjaga gawang Persipon Pontianak Bayu Cahyo.

Mar
30

Bayu Cahyo, penjaga gawang yang pernah memperkuat PSS Sleman, bakal didatangkan lagi ke Bojonegoro untuk dilihat kemampuannya.

“Sebenarnya kemarin (Kamis, 13/3) dia mau datang, tapi libur,” kata asisten manajer bidang teknis Persibo Bojonegoro Imam Sardjono kepada wartawan koran ini. Bayu Cahyo, lanjut Sardjono, diminta datang Senin besok.

Menurut dia, Bayu Cahyo sebenarnya pemain yang sengaja diundang guna mengikuti seleksi di Persibo. “Namun, belum tentu dia kami rekrut. Kalau kita undang, ya,” katanya.

Menurut pria yang juga pengusaha saprodi itu, selama ini dirinya mendapat kabar bahwa Bayu Cahyo yang terakhir memperkuat Persipon Pontianak itu penjaga gawang yang bagus dan mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan Saefudin yang hengkang ke Deltras Sidoarjo.

Mar
30

Manajemen Persibo Bojonegoro merelakan gelandang Reggie Radityo untuk merumput di klub lain. Manajemen tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu tak bisa menghalangi kemauan putra daerah untuk menentukan pilihannya ke Persitara Jakarta Utara.

Menurut Manajer Persibo Letkol (Inf) Kup Yanto Setyono, sejak awal pihaknya sebenarnya berkomitmen memaksimalkan potensi pemain lokal. Harapannya, pada masa mendatang Bojonegoro ingin diperkuat talenta-talenta sepak bola sendiri. “Dan jauh hari saya sudah ngomong semua pemain lokal dipertahankan,” katanya.

Sejak menjadi manajer Persibo, Kup Yanto mengaku selalu mengakomodasi peman lokal, termasuk pemain junior. “Buktinya kan ada pemain junior yang mulai masuk profesional seperti Syamsul Arief, Novan Setya, dan Supriyadi,” ujarnya.

Mar
30

Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Pemkab Bojonegoro menargetkan pembangunan Stadion Letjend H. Soedirman mulai dilaksanakan Mei mendatang.

“Perhitungan kami, jika APBD disahkan Maret ini, maka proses lelang rehab stadion dilaksanakan 30 hari setelah APBD disahkan gubernur,” kata Kepala Dinas Kimpraswil Bojonegoro Tedjo Sukmono kepada wartawan koran ini kemarin.

Berdasarkan pos anggaran di APBD, rehab stadion kebanggaan warga Bojonegoro itu menelan dana Rp 2,1 miliar. Pengerjaan perbaikan stadion yang menjadi kandang Persibo Bojonegoro itu diharapkan tuntas tahun ini. “Atau kalau bisa lebih cepat sebelum musim kompetisi divisi utama dimulai,” harapnya.

Tedjo menjelaskan, dengan direhab, stadion itu nantinya diharapkan bisa memenuhi standar kelayakan yang ditentukan PSSI. Sekaligus, dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penonton yang hadir ke stadion tersebut. “Kalau ada kompetisi nanti, berarti ada penonton dari luar Bojonegoro. Tentu kita ingin stadion kita juga layak ditempati oleh orang luar Bojonegoro,” imbuhnya.